Barang elektronik seperti handphone dan laptop sudah menjadi kebutuhan primer di jaman sekarang ini. Biasanya yang paling diutamakan adalah jaringan yang menghubungkan perangkat tersebut dengan koneksi internet. Banyak ISP tersedia di Indonesia dan hampir semuanya sudah bisa menghubungkan handphone seluler ke internet, harga yang disediakan oleh provider juga beragam.
Kecepatannya pun bergantung dengan kualitas provider dan sinyal yang menghubungkan antara handset dengan BTS yang tersedia di beberapa tempat. Sinyalnya pun memiliki beragam jenis dan ini adalah yang paling menentukan kecepatan akses data dari BTS ke handset ataupun sebaliknya. Mari kita simak beragam jenis sinyal tersebut berikut ini. Kecepatannya pun bergantung dengan kualitas provider dan sinyal yang menghubungkan antara handset dengan BTS yang tersedia di beberapa tempat. Sinyalnya pun memiliki beragam jenis dan ini adalah yang paling menentukan kecepatan akses data dari BTS ke handset ataupun sebaliknya. Mari kita simak beragam jenis sinyal tersebut berikut ini.
GSM
GPRS
EDGE
UMTS (3G)
HSPA
HSPA+
LTE (4G)
GSM (Global System for Mobile Communication) merupakan tingkatan sinyal seluler
yang pertama. GSM memiliki kecepatan transfer data yang sangat rendah
sekitar 9,6 - 14,4 kbps jika dibulatkan menjadi KBps 1 KB/s - 1,5 KB/s
dan banyak digunakan dalam perangkat seluler/handset. Tingkatan sinyal ini
tidak bisa mengakses internet dikarenakan kecepatannya yang sangat lambat dan
hanya dipergunakan untuk SMS dan telepon saja. Teknologi GSM ini kemudian
dikembangkan menjadi GPRS.
GPRS
GPRS (General Packet Radio Service) merupakan kembangan dari teknologi GSM.
Kecepatan transfer datanya mencapai 115 kbps - 160 kbps (jika dibulatkan
menjadi 10 KB/s - 20 KB/s) sehingga teknologi ini sudah dapat mengakses
internet walaupun dengan kecepatan yang relatif lamban dalam bentuk paket data
seperti WAP, WWW, MMS, dan E-mail. Teknologi GPRS juga bisa disebut dengan
teknologi 2.5 G.
EDGE
EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) merupakan teknologi evolusi dari
GSM dan IS-136. Teknologi ini memiliki kecepatan 3 kali lipat jika dibandingkan
dengan teknologi GPRS atau sekitar 384 kbps - 473,6 kbps (jika dibulatkan
menjadi 48 KB/s - 59,2 KB/s) sehingga dapat mengakses internet dengan kecepatan
transfer data yang lumayan cepat. Teknologi EDGE juga bisa disebut dengan
teknologi 2.75 G.
UMTS (3G)
UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) bisa juga disebut dengan WCDMA
(Wideband Code-division Multiple Access) tetapi teknologi ini sangat sering
disebut dengan 3GSM atau 3G. Kecepatannya lebih tinggi sedikit jika
dibandingkan dengan EDGE (sekitar 480 kbps), dari segi kualitas sinyal 3G lebih
unggul dibandingkan dengan EDGE. Teknologi ini sudah dapat menggunakan
fasilitas video streaming, video conference, dan video calling.
HSPA
HSPA (High-Speed Packet Access) adalah teknologi yang dikembangkan dari 3G.
Tujuan dari teknologi ini adalah memperbaiki kinerja protokol UMTS/3G sehingga
memiliki kualitas dan kecepatan transfer data yang lebih cepat. Teknologi HSPA
juga dapat disebut dengan 3.5G. Pada umumnya HSPA merupakan penyatuan dari
teknologi HSDPA dan HSUPA.
Teknologi HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) merupakan salah
satu teknologi dari standar HSPA. HSDPA dikenal dengan kemampuan akses downlink
(dari jaringan ke perangkat) yang cepat atau sekitar 7.2 Mbps - 14.4 Mbps (jika
dibulatkan menjadi 921.6 KB/s - 1843.2 KB/s). Namun HSDPA hanya memiliki
kecepatan uplink maksimum sampai 384 kbps.
Sedangkan teknologi HSUPA dikenal dengan kemampuan akses uplink (dari
perangkat ke jaringan) yang cepat atau sekitar 5.76 Mbps. Namun sayangnya
teknologi HSUPA ini jarang digunakan dalam perangkat mobile seperti handphone
dan modem seluler.
HSPA+
HSPA+ (High Speed Packet Access+) merupakan evolusi dari teknologi HSPA yang
memiliki kecepatan transfer data yang jauh lebih cepat dibandingkan HSPA yaitu
mencapai 42 Mbps untuk downlink dan 11 Mbps untuk uplink. HSPA+ memiliki
kecepatan transfer yang cepat karena adanya penambahan antena Multiple Input
Multiple Output/Dual Cell yang mengakibatkan kecepatan transfer lebih cepat 2
kali lipat, bahkan sampai 4 kali lipat. Teknologi ini juga bisa disebut dengan
3.75G.
LTE (4G)
LTE (Long Term Evolution) atau sering disebut dengan teknologi 4G merupakan
pengembangkan dari teknologi 3G. Teknologi ini baru rilis belum lama di
Indonesia dan menjadi populer karena kecepatan transfernya yang sangat cepat
atau sekitar 100 Mbps untuk donwlink dan 50 Mbps untuk uplink. Dengan teknologi
LTE ini pengguna dapat mendownload dan mengupload video beresolusi tinggi
dengan cepat.
Traktir creator minum kopi dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas
